Perbedaan GMX dan MovieBloc: GMX diperdagangkan di Rp119.287 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp36,56M), sedangkan MovieBloc diperdagangkan di Rp10,64 (kapitalisasi pasar Rp208,01M, volume 24 jam Rp17,3M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 6× kapitalisasi pasar MovieBloc, dan suplai beredar GMX 10,5M / 13,3M GMX (79%) dibanding 19,6B / 30B MBL (66%) milik MovieBloc. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan MovieBloc selama 63 Hari.
| GMX | MBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,25T | Rp208,01M |
Volume (24h) | Rp36,56M | Rp17,3M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 19,6B / 30B MBL (66%) |
Typical Hold Time | 46 Hari | 63 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →MovieBloc adalah platform terdesentralisasi untuk distribusi film dan konten. MBL digunakan untuk kegiatan ekonomi dalam ekosistemnya, seperti menonton konten premium, sarana kreator membayar penerjemahnya, memberi donasi untuk peserta lain, dan memberi imbalan kepada pengguna.
Selengkapnya di halaman MBL →