Perbedaan GMX dan Story: GMX diperdagangkan di Rp107.976 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp53,42M), sedangkan Story diperdagangkan di Rp5.692 (kapitalisasi pasar Rp1,92T, volume 24 jam Rp231,18M). Perbedaan utamanya: Story lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai GMX dibatasi (10,4M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan Story terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan Story selama 22 Hari.
| GMX | IP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp1,92T |
Volume (24h) | Rp53,42M | Rp231,18M |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 356,6M IP |
Typical Hold Time | 45 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Story adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai fondasi untuk hak kekayaan intelektual (IP) di internet. Platform ini memungkinkan para kreator untuk mendaftarkan, melisensikan, dan memonetisasi aset IP mereka secara mudah. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story menyediakan kerangka kerja yang transparan dan efisien untuk atribusi, lisensi, dan komersialisasi IP.
Selengkapnya di halaman IP →