Perbedaan GMX dan The Graph: GMX diperdagangkan di Rp108.189 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M), sedangkan The Graph diperdagangkan di Rp318,11 (kapitalisasi pasar Rp3,48T, volume 24 jam Rp157M). Perbedaan utamanya: The Graph jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar GMX, dan suplai GMX dibatasi (10,4M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan The Graph terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan The Graph selama 95 Hari.
| GMX | GRT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp3,48T |
Volume (24h) | Rp52,58M | Rp157M |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 10,9B GRT |
Typical Hold Time | 45 Hari | 95 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Belum ada sinyal Aura AI.
The Graph (GRT) saat ini diperdagangkan pada Rp319,65 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator netral. Posisi harga berada di dekat resistance R1 (Rp319) dengan support kunci di S1 (Rp313). Market cap mencapai Rp3,49 triliun dengan supply beredar 10,9 juta GRT. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jangka pendek dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul jika harga bertahan di atas support S1, sementara risiko utama termasuk sentiment bearish yang berkelanjutan dan rendahnya aktivitas jaringan. Investor harus memantau volume perdagangan dan perkembangan ekosistem blockchain secara ketat.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →The Graph adalah protokol yang mengatur data blockchain dan membuatnya mudah diakses. Protokol ini mendukung banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang paling banyak digunakan dan ekosistem Web3 yang lebih luas.
Selengkapnya di halaman GRT →