Perbedaan GMT dan STBL: GMT diperdagangkan di Rp138,09 (kapitalisasi pasar Rp428,84M, volume 24 jam Rp63,97M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp415,68 (kapitalisasi pasar Rp291,2M, volume 24 jam Rp42,76M). Perbedaan utamanya: GMT lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan GMT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMT selama 71 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| GMT | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp428,84M | Rp291,2M |
Volume (24h) | Rp63,97M | Rp42,76M |
Suplai yang Beredar | 3,1B GMT | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 71 Hari | 7 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Belum ada sinyal Aura AI.
STBL saat ini diperdagangkan pada Rp414,469 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator menunjukkan kondisi netral. Harga berada di dekat support S1 (Rp413) dengan resistensi terdekat di PP (Rp424). Kapitalisasi pasar mencapai Rp293,71 juta dengan supply yang sangat rendah beredar (8%), menunjukkan potensi volatilitas tinggi. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem yang signifikan dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan cenderung hati-hati dengan tekanan jual dominan. Peluang utama terletak pada rebound dari level support jika ada momentum positif, namun risiko utama adalah likuiditas terbatas dan volatilitas ekstrem karena supply beredar kecil. Investor perlu memantau pergerakan harga ketat mengingat kondisi teknis yang lemah.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
STEPN adalah aplikasi gaya hidup berbasis Web3 dengan elemen GameFi pada blockchain Solana. Aplikasi ini memadukan aspek play-to-earn dengan aplikasi kesehatan yang melahirkan kategori baru, move-to-earn. Pengguna membeli sneakers NFT, yang kemudian mereka gunakan untuk mendapatkan in-game currency ketika mereka sedang jalan kaki, berlari, atau jogging.
Selengkapnya di halaman GMT →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →