Perbedaan Golem dan Layer3: Golem diperdagangkan di Rp1.791 (kapitalisasi pasar Rp1,79T, volume 24 jam Rp60,22M), sedangkan Layer3 diperdagangkan di Rp84,82 (kapitalisasi pasar Rp105,19M, volume 24 jam Rp75M). Perbedaan utamanya: Golem jauh lebih besar — sekitar 17× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Golem 1B / 1B GLM (100%) dibanding 1,2B / 3,3B L3 (37%) milik Layer3. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Golem selama 19 Hari dan Layer3 selama 8 Hari.
| GLM | L3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,79T | Rp105,19M |
Volume (24h) | Rp60,22M | Rp75M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B GLM (100%) | 1,2B / 3,3B L3 (37%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Golem Network adalah platform open source dan terdesentralisasi yang menyediakan daya komputasi untuk industri AI. Platform ini beroperasi sebagai pasar peer-to-peer tempat pengguna bertukar token GLM untuk menyewa atau berbagi sumber daya komputasi yang sedang tersedia.
Selengkapnya di halaman GLM →Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →