Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Gajah Tunggal Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Gajah Tunggal Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Gajah Tunggal Tbk. diperdagangkan di Rp1.120 (kapitalisasi pasar 3,87 T, volume 24 jam 5,5 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp57 (kapitalisasi pasar 947,79 M, volume 24 jam 13,56 jt). Perbedaan utamanya: Gajah Tunggal Tbk. jauh lebih besar — sekitar 4,1× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (13,56 jt vs 5,5 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GJTLSQMI
Kapitalisasi Pasar
3,87 T947,79 M
Volume
5,5 jt13,56 jt
Lot
55,01 rb135,59 rb
Perputaran
6,14 M797,5 jt
Harga Rata-rata
1.115,4958,82
Nilai Transaksi
6,14 M797,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.12057
Volume Ekuilibrium Indikatif
9899,67 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GJTL
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Gajah Tunggal Tbk.

PT. Gajah Tunggal, Tbk (the Company) was established based on notarial deed No. 54 dated August 24, 1951 of Raden Meester Soewandi, S.H., notary public in Jakarta. The Company is the largest tire manufacturer in Indonesia with 32% market share of four-wheel vehicle tire market and 85% of the motorcycle tire market.

Selengkapnya di halaman GJTL

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI