Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP) vs Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO)

Gunung Raja Paksi Tbk.Trading
Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Gunung Raja Paksi Tbk. dan Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk.: Gunung Raja Paksi Tbk. diperdagangkan di Rp296 (kapitalisasi pasar 3,56 T, volume 24 jam 344,8 rb), sedangkan Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. diperdagangkan di Rp346 (kapitalisasi pasar 427,5 M, volume 24 jam 6,44 jt). Perbedaan utamanya: Gunung Raja Paksi Tbk. jauh lebih besar — sekitar 8,3× kapitalisasi pasar Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk., dan Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. lebih aktif diperdagangkan (6,44 jt vs 344,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GGRPRMKO
Kapitalisasi Pasar
3,56 T427,5 M
Volume
344,8 rb6,44 jt
Lot
3,45 rb64,39 rb
Perputaran
101,61 jt2,23 M
Harga Rata-rata
294,7345,84
Nilai Transaksi
101,61 jt2,23 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
296346
Volume Ekuilibrium Indikatif
15545

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GGRP
Lihat detail
RMKO
Lihat detail

Tentang Gunung Raja Paksi Tbk.

PT. Gunung Raja Paksi Tbk (the Company) was established under the name of PT Gunung Naga Mas based on Notarial Deed No.229 of Chairani Bustami,S.H. dated August 20,1990 that was amended by Notarial Deed No.25 dated June 6,1991. The change from Foreign Capital Investment (“FCI”) to Domestic Capital Investment (“DCI”) has been approved by the Capital Investment Coordinating Board of the Republic of Indonesia in its Letter No.346/1/IP/PMDN/2016 dated December 15, 2016.

Selengkapnya di halaman GGRP

Tentang Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk.

PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk was established based on Notarial Deed No. 2 datedDecember 18, 2017 of Muhammad Firmansyah, S.H., M.Kn., a public notary in Tangerang. The Company started its commercial operations in 2018.

Selengkapnya di halaman RMKO