Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Gunung Raja Paksi Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Gunung Raja Paksi Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Gunung Raja Paksi Tbk. diperdagangkan di Rp296 (kapitalisasi pasar 3,56 T, volume 24 jam 344,8 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 382 rb). Perbedaan utamanya: Gunung Raja Paksi Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (382 rb vs 344,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GGRPJAWA
Kapitalisasi Pasar
3,56 T1,87 T
Volume
344,8 rb382 rb
Lot
3,45 rb3,82 rb
Perputaran
101,61 jt43,65 jt
Harga Rata-rata
294,7114,26
Nilai Transaksi
101,61 jt43,65 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
296115
Volume Ekuilibrium Indikatif
1594

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GGRP
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Gunung Raja Paksi Tbk.

PT. Gunung Raja Paksi Tbk (the Company) was established under the name of PT Gunung Naga Mas based on Notarial Deed No.229 of Chairani Bustami,S.H. dated August 20,1990 that was amended by Notarial Deed No.25 dated June 6,1991. The change from Foreign Capital Investment (“FCI”) to Domestic Capital Investment (“DCI”) has been approved by the Capital Investment Coordinating Board of the Republic of Indonesia in its Letter No.346/1/IP/PMDN/2016 dated December 15, 2016.

Selengkapnya di halaman GGRP

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA