Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Gudang Garam Tbk. (GGRM) vs Pulau Subur Tbk. (PTPS)

Gudang Garam Tbk.Trading
Pulau Subur Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Gudang Garam Tbk. dan Pulau Subur Tbk.: Gudang Garam Tbk. diperdagangkan di Rp16.850 (kapitalisasi pasar 32,04 T, volume 24 jam 879,8 rb), sedangkan Pulau Subur Tbk. diperdagangkan di Rp138 (kapitalisasi pasar 294,78 M, volume 24 jam 1,59 jt). Perbedaan utamanya: Gudang Garam Tbk. jauh lebih besar — sekitar 108,7× kapitalisasi pasar Pulau Subur Tbk., dan Pulau Subur Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,59 jt vs 879,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GGRMPTPS
Kapitalisasi Pasar
32,04 T294,78 M
Volume
879,8 rb1,59 jt
Lot
8,8 rb15,91 rb
Perputaran
14,66 M219,89 jt
Harga Rata-rata
16.664,12138,18
Nilai Transaksi
14,66 M219,89 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
16.850138
Volume Ekuilibrium Indikatif
4511,05 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GGRM
Lihat detail
PTPS
Lihat detail

Tentang Gudang Garam Tbk.

PT Gudang Garam Tbk (the Company), previously named as PT Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam Kediri was established by Deed of Mr. Suroso S.H., acting notary public in Kediri, dated 30 June 1971 No. 10 amended by deed of the same notary dated 13 October 1971 No. 13. The Company is a continuation of a Proprietorship which was established in 1958. In 1969, the Company changed its legal status to a Partnership and in 1971 it was further changed its legal entity as a Limited Liability Company. Commercial operation was commenced in 1958.

Selengkapnya di halaman GGRM

Tentang Pulau Subur Tbk.

PT Pulau Subur Tbk (the Company) was established based on Deed No. 1 of October 1, 1980 by Justin AR, S.H., notary in Palembang. The Company started its commercial operations in October 1980. PT Sekawan Kontrindo, is the parent entity of the Company. The ultimate shareholders of the Company is Mr. Abunawar.

Selengkapnya di halaman PTPS