Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Gudang Garam Tbk. (GGRM) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Gudang Garam Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Gudang Garam Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Gudang Garam Tbk. diperdagangkan di Rp16.850 (kapitalisasi pasar 32,04 T, volume 24 jam 879,8 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 382 rb). Perbedaan utamanya: Gudang Garam Tbk. jauh lebih besar — sekitar 17,1× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan Gudang Garam Tbk. lebih aktif diperdagangkan (879,8 rb vs 382 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GGRMJAWA
Kapitalisasi Pasar
32,04 T1,87 T
Volume
879,8 rb382 rb
Lot
8,8 rb3,82 rb
Perputaran
14,66 M43,65 jt
Harga Rata-rata
16.664,12114,26
Nilai Transaksi
14,66 M43,65 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
16.850115
Volume Ekuilibrium Indikatif
45194

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GGRM
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Gudang Garam Tbk.

PT Gudang Garam Tbk (the Company), previously named as PT Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam Kediri was established by Deed of Mr. Suroso S.H., acting notary public in Kediri, dated 30 June 1971 No. 10 amended by deed of the same notary dated 13 October 1971 No. 13. The Company is a continuation of a Proprietorship which was established in 1958. In 1969, the Company changed its legal status to a Partnership and in 1971 it was further changed its legal entity as a Limited Liability Company. Commercial operation was commenced in 1958.

Selengkapnya di halaman GGRM

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA