Perbedaan Genius Terminal dan Spark: Genius Terminal diperdagangkan di Rp5.968 (kapitalisasi pasar Rp1,97T, volume 24 jam Rp299,08M), sedangkan Spark diperdagangkan di Rp315,4 (kapitalisasi pasar Rp937,54M, volume 24 jam Rp228,23M). Perbedaan utamanya: Genius Terminal jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Spark, dan suplai beredar Genius Terminal 335,4M / 1B GENIUS (34%) dibanding 3B / 10B SPK (30%) milik Spark. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Genius Terminal selama 2 Hari dan Spark selama 11 Hari.
| GENIUS | SPK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,97T | Rp937,54M |
Volume (24h) | Rp299,08M | Rp228,23M |
Suplai yang Beredar | 335,4M / 1B GENIUS (34%) | 3B / 10B SPK (30%) |
Typical Hold Time | 2 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GENIUS adalah aset native dari Genius Terminal, platform yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna melakukan riset, analisis, dan memahami pasar crypto. Ekosistem ini menyediakan alat untuk intelijen pasar, penemuan proyek, dan analisis informasi guna mempermudah interaksi pengguna dengan data aset digital.
Selengkapnya di halaman GENIUS →Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →