Perbedaan Genius Terminal dan Qtum: Genius Terminal diperdagangkan di Rp6.876 (kapitalisasi pasar Rp2,33T, volume 24 jam Rp196,58M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp11.845 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp86,09M). Perbedaan utamanya: Genius Terminal lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Genius Terminal 335,4M / 1B GENIUS (34%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Genius Terminal selama 5 Hari dan Qtum selama 69 Hari.
| GENIUS | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,33T | Rp1,26T |
Volume (24h) | Rp196,58M | Rp86,09M |
Suplai yang Beredar | 335,4M / 1B GENIUS (34%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 69 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GENIUS adalah aset native dari Genius Terminal, platform yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna melakukan riset, analisis, dan memahami pasar crypto. Ekosistem ini menyediakan alat untuk intelijen pasar, penemuan proyek, dan analisis informasi guna mempermudah interaksi pengguna dengan data aset digital.
Selengkapnya di halaman GENIUS →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →