Perbedaan Genius Terminal dan Maverick Protocol: Genius Terminal diperdagangkan di Rp5.957 (kapitalisasi pasar Rp1,97T, volume 24 jam Rp299,08M), sedangkan Maverick Protocol diperdagangkan di Rp171,21 (kapitalisasi pasar Rp199,36M, volume 24 jam Rp27,54M). Perbedaan utamanya: Genius Terminal jauh lebih besar — sekitar 9,9× kapitalisasi pasar Maverick Protocol, dan suplai beredar Genius Terminal 335,4M / 1B GENIUS (34%) dibanding 1,2B / 2B MAV (59%) milik Maverick Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Genius Terminal selama 2 Hari dan Maverick Protocol selama 25 Hari.
| GENIUS | MAV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,97T | Rp199,36M |
Volume (24h) | Rp299,08M | Rp27,54M |
Suplai yang Beredar | 335,4M / 1B GENIUS (34%) | 1,2B / 2B MAV (59%) |
Typical Hold Time | 2 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GENIUS adalah aset native dari Genius Terminal, platform yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna melakukan riset, analisis, dan memahami pasar crypto. Ekosistem ini menyediakan alat untuk intelijen pasar, penemuan proyek, dan analisis informasi guna mempermudah interaksi pengguna dengan data aset digital.
Selengkapnya di halaman GENIUS →Maverick Protocol adalah penyedia infrastruktur DeFi yang berfokus untuk meningkatkan efisiensi industri, diberdayai oleh Maverick AMM. Maverick didukung oleh Founders Fund, Pantera Capital, Coinbase Ventures, Binance Labs, Circle Ventures, dan Gemini. Maverick berusaha untuk menghapus ketidakefisienan di DeFi dengan membantu pengguna menempatkan likuiditas mereka di tempat yang paling efektif, sehingga membuat transaksi menjadi lebih lancar dan efisien. Hal ini mengatasi beberapa isu likuiditas yang telah menjadi kendala dalam DeFi.
Selengkapnya di halaman MAV →