Perbedaan Genius Terminal dan Haedal Protocol: Genius Terminal diperdagangkan di Rp6.985 (kapitalisasi pasar Rp2,34T, volume 24 jam Rp199,19M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,47 (kapitalisasi pasar Rp138,4M, volume 24 jam Rp24,07M). Perbedaan utamanya: Genius Terminal jauh lebih besar — sekitar 16,9× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Genius Terminal 335,4M / 1B GENIUS (34%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Genius Terminal selama 5 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| GENIUS | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,34T | Rp138,4M |
Volume (24h) | Rp199,19M | Rp24,07M |
Suplai yang Beredar | 335,4M / 1B GENIUS (34%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GENIUS adalah aset native dari Genius Terminal, platform yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna melakukan riset, analisis, dan memahami pasar crypto. Ekosistem ini menyediakan alat untuk intelijen pasar, penemuan proyek, dan analisis informasi guna mempermudah interaksi pengguna dengan data aset digital.
Selengkapnya di halaman GENIUS →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →