Perbedaan Genius Terminal dan GMX: Genius Terminal diperdagangkan di Rp5.900 (kapitalisasi pasar Rp1,97T, volume 24 jam Rp299,08M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp107.996 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M). Perbedaan utamanya: Genius Terminal lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Genius Terminal 335,4M / 1B GENIUS (34%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Genius Terminal selama 2 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| GENIUS | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,97T | Rp1,13T |
Volume (24h) | Rp299,08M | Rp52,58M |
Suplai yang Beredar | 335,4M / 1B GENIUS (34%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 2 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GENIUS adalah aset native dari Genius Terminal, platform yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna melakukan riset, analisis, dan memahami pasar crypto. Ekosistem ini menyediakan alat untuk intelijen pasar, penemuan proyek, dan analisis informasi guna mempermudah interaksi pengguna dengan data aset digital.
Selengkapnya di halaman GENIUS →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →