Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Gema Grahasarana Tbk. (GEMA) vs Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA)

Gema Grahasarana Tbk.Trading
Super Bank Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Gema Grahasarana Tbk. dan Super Bank Indonesia Tbk.: Gema Grahasarana Tbk. diperdagangkan di Rp78 (kapitalisasi pasar 124,8 M, volume 24 jam 225,1 rb), sedangkan Super Bank Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp585 (kapitalisasi pasar 19,46 T, volume 24 jam 10,03 jt). Perbedaan utamanya: Super Bank Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 155,9× kapitalisasi pasar Gema Grahasarana Tbk., dan Super Bank Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (10,03 jt vs 225,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GEMASUPA
Kapitalisasi Pasar
124,8 M19,46 T
Volume
225,1 rb10,03 jt
Lot
2,25 rb100,32 rb
Perputaran
17,59 jt5,86 M
Harga Rata-rata
78,16584,5
Nilai Transaksi
17,59 jt5,86 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
79585
Volume Ekuilibrium Indikatif
322,54 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GEMA
Lihat detail
SUPA
Lihat detail

Tentang Gema Grahasarana Tbk.

PT Gema Grahasarana Tbk formerly PT Gema Gerhana Sarana (The Company) was established on December 7th 1984 in Jakarta. The corporate is a member of Vinoti business. The core business is in manufacture, trade and services of interior & furniture. Corporate have 2 subsidiaries: 1. LKS which conduct in industry, trade & service of panel component of furniture & interior. 2. PGM which conduct in industry, trade & construction service of mechanical, electrical for industrial, commercial & industrial.

Selengkapnya di halaman GEMA

Tentang Super Bank Indonesia Tbk.

PT Super Bank Indonesia Tbk. (hereinafter referred to as the Bank) formerly under the name of PT Bank Fama International was established by Deed No. 36 on 5 March 1993, before Notary Herlien, S.H. The Bank has received a license as a commercial bank according to the Decree of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. 834/KMK.017/1993 dated 11 October 1993.

Selengkapnya di halaman SUPA