Perbedaan Gas dan Viction: Gas diperdagangkan di Rp16.462 (kapitalisasi pasar Rp1,07T, volume 24 jam Rp17,8M), sedangkan Viction diperdagangkan di Rp377,66 (kapitalisasi pasar Rp82,57M, volume 24 jam Rp708,9M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 13× kapitalisasi pasar Viction, dan suplai Viction dibatasi (127,6M / 210M VIC (61%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gas selama 48 Hari dan Viction selama 38 Hari.
| GAS | VIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,07T | Rp82,57M |
Volume (24h) | Rp17,8M | Rp708,9M |
Suplai yang Beredar | 65M GAS | 127,6M / 210M VIC (61%) |
Typical Hold Time | 48 Hari | 38 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GAS saat ini diperdagangkan pada Rp16.554 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator menunjukkan netral. Token ini memiliki market cap Rp1,07T dengan supply beredar 65 juta GAS. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Outlook keseluruhan bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada oversold RSI jangka pendek, namun tekanan jual dominan. Risiko utama termasuk likuiditas rendah dan tekanan teknis berkelanjutan.
VIC (Viction) saat ini diperdagangkan pada Rp365,7 dengan kapitalisasi pasar Rp82,57 juta, menunjukkan kondisi bearish jangka pendek berdasarkan sinyal teknis. Sirkulasi token mencapai 61% dari total supply 210 juta VIC, dengan rata-rata hold time 38 hari. Tidak ada berita atau pembaruan protokol terbaru yang signifikan untuk aset ini.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati karena tekanan jual dominan, namun indikator ADX mengisyaratkan potensi perubahan tren. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang mungkin muncul jika harga mampu bertahan di atas support kunci dan ada peningkatan aktivitas jaringan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →Viction (sebelumnya TomoChain) adalah blockchain layer-1 yang menawarkan transaksi tanpa gas dan keamanan yang ditingkatkan untuk menjadikan Web3 mudah dan aman bagi semua orang. Didesain dengan fokus pada pengalaman pengguna, Viction memprioritaskan transaksi tanpa gas, kecepatan, keamanan, dan skalabilitas untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan terbuka. Viction didorong oleh misi untuk membangun platform terdesentralisasi yang memberdayakan manusia untuk terhubung, berkolaborasi, dan berkreasi tanpa batasan, menggambarkan dunia di mana transparansi, aksesibilitas, dan pertumbuhan berkembang pesat.
Selengkapnya di halaman VIC →