Perbedaan Gas dan Theta Network: Gas diperdagangkan di Rp16.536 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp18,41M), sedangkan Theta Network diperdagangkan di Rp2.386 (kapitalisasi pasar Rp2,39T, volume 24 jam Rp50,06M). Perbedaan utamanya: Theta Network jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Gas, dan suplai Theta Network dibatasi (1B / 1B THETA (100%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gas selama 48 Hari dan Theta Network selama 76 Hari.
| GAS | THETA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,08T | Rp2,39T |
Volume (24h) | Rp18,41M | Rp50,06M |
Suplai yang Beredar | 65M GAS | 1B / 1B THETA (100%) |
Typical Hold Time | 48 Hari | 76 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →THETA adalah jaringan bertenaga blockchain yang dibuat khusus untuk streaming video. Konsep bisnis utama Theta adalah mendesentralisasikan streaming video, pengiriman data, dan edge computing, menjadikannya lebih efisien, hemat biaya, dan adil bagi pelaku industri.
Selengkapnya di halaman THETA →