Perbedaan Gas dan Open Gradient: Gas diperdagangkan di Rp16.553 (kapitalisasi pasar Rp1,07T, volume 24 jam Rp17,83M), sedangkan Open Gradient diperdagangkan di Rp1.621 (kapitalisasi pasar Rp346,87M, volume 24 jam Rp173,89M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Open Gradient, dan suplai Open Gradient dibatasi (213,8M / 1B OPG (22%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gas selama 48 Hari dan Open Gradient selama 5 Hari.
| GAS | OPG | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,07T | Rp346,87M |
Volume (24h) | Rp17,83M | Rp173,89M |
Suplai yang Beredar | 65M GAS | 213,8M / 1B OPG (22%) |
Typical Hold Time | 48 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →OPG adalah aset native dari Open Gradient, protokol yang berfokus pada kolaborasi, koordinasi, dan pertukaran nilai di sekitar model AI serta output yang dihasilkan AI. Ekosistem ini menggabungkan infrastruktur blockchain dan kecerdasan buatan untuk mendukung partisipasi terdesentralisasi dalam pengembangan, penerapan, dan pemanfaatan teknologi AI.
Selengkapnya di halaman OPG →