Perbedaan Gas dan Mantle Staked Ether: Gas diperdagangkan di Rp19.158 (kapitalisasi pasar Rp1,23T, volume 24 jam Rp43,49M), sedangkan Mantle Staked Ether diperdagangkan di Rp37.869.256 (kapitalisasi pasar Rp8,88T, volume 24 jam Rp5,78M). Perbedaan utamanya: Mantle Staked Ether jauh lebih besar — sekitar 7,2× kapitalisasi pasar Gas, dan suplai beredar Gas 65M GAS dibanding 234K METH milik Mantle Staked Ether. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gas selama 47 Hari dan Mantle Staked Ether selama 25 Hari.
| GAS | METH | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,23T | Rp8,88T |
Volume (24h) | Rp43,49M | Rp5,78M |
Suplai yang Beredar | 65M GAS | 234K METH |
Typical Hold Time | 47 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →Mantle LSP adalah protokol liquid staking ETH tanpa izin dan tanpa kustodian di Ethereum L1 yang dikelola oleh Mantle. Protokol ini menggabungkan desain modern dengan manajemen risiko yang kuat serta memanfaatkan ekosistem Mantle untuk memberikan yield tinggi.
Selengkapnya di halaman METH →