Perbedaan Gas dan MovieBloc: Gas diperdagangkan di Rp16.642 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp19,27M), sedangkan MovieBloc diperdagangkan di Rp10,64 (kapitalisasi pasar Rp208,01M, volume 24 jam Rp17,3M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 5,2× kapitalisasi pasar MovieBloc, dan suplai MovieBloc dibatasi (19,6B / 30B MBL (66%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gas selama 48 Hari dan MovieBloc selama 63 Hari.
| GAS | MBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,08T | Rp208,01M |
Volume (24h) | Rp19,27M | Rp17,3M |
Suplai yang Beredar | 65M GAS | 19,6B / 30B MBL (66%) |
Typical Hold Time | 48 Hari | 63 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →MovieBloc adalah platform terdesentralisasi untuk distribusi film dan konten. MBL digunakan untuk kegiatan ekonomi dalam ekosistemnya, seperti menonton konten premium, sarana kreator membayar penerjemahnya, memberi donasi untuk peserta lain, dan memberi imbalan kepada pengguna.
Selengkapnya di halaman MBL →