Perbedaan Gas dan Solayer: Gas diperdagangkan di Rp16.252 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp20,15M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.036 (kapitalisasi pasar Rp496,17M, volume 24 jam Rp199,48M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Solayer, dan suplai beredar Gas 65M GAS dibanding 475,5M LAYER milik Solayer. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gas selama 48 Hari dan Solayer selama 35 Hari.
| GAS | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,06T | Rp496,17M |
Volume (24h) | Rp20,15M | Rp199,48M |
Suplai yang Beredar | 65M GAS | 475,5M LAYER |
Typical Hold Time | 48 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →