Perbedaan Gas dan IOST: Gas diperdagangkan di Rp16.642 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp19,27M), sedangkan IOST diperdagangkan di Rp9,79 (kapitalisasi pasar Rp338,02M, volume 24 jam Rp59,58M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar IOST, dan suplai IOST dibatasi (34,8B / 90B IOST (39%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gas selama 48 Hari dan IOST selama 79 Hari.
| GAS | IOST | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,08T | Rp338,02M |
Volume (24h) | Rp19,27M | Rp59,58M |
Suplai yang Beredar | 65M GAS | 34,8B / 90B IOST (39%) |
Typical Hold Time | 48 Hari | 79 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →IOST menggambarkan dirinya sebagai jaringan dan ekosistem blockchain yang "sangat cepat," sepenuhnya matang, dan terdesentralisasi dengan node serta dompetnya sendiri, dan berbasis protokol konsensus "generasi berikutnya" yang dijuluki "proof-of-believability".
Selengkapnya di halaman IOST →