Perbedaan Gas dan IKA: Gas diperdagangkan di Rp16.553 (kapitalisasi pasar Rp1,07T, volume 24 jam Rp17,83M), sedangkan IKA diperdagangkan di Rp46,94 (kapitalisasi pasar Rp140,82M, volume 24 jam Rp4,89M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 7,6× kapitalisasi pasar IKA, dan suplai beredar Gas 65M GAS dibanding 3B IKA milik IKA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gas selama 48 Hari dan IKA selama 3 Hari.
| GAS | IKA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,07T | Rp140,82M |
Volume (24h) | Rp17,83M | Rp4,89M |
Suplai yang Beredar | 65M GAS | 3B IKA |
Typical Hold Time | 48 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →Ika adalah jaringan terdesentralisasi yang menghadirkan interoperabilitas lintas-chain secara aman melalui cryptography canggih. Platform ini memungkinkan smart contract mengelola aset di berbagai blockchain tanpa menggunakan bridge atau wrapped token. Dengan teknologi 2PC-MPC, Ika menyediakan kontrol aset berbasis zero-trust di jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum. Primitive dWallet menghadirkan mekanisme tanda tangan terprogram yang menjamin persetujuan pengguna, serta dibangun di atas Sui untuk transaksi cepat dan skalabilitas tinggi.
Selengkapnya di halaman IKA →