Perbedaan Gas dan The Graph: Gas diperdagangkan di Rp19.108 (kapitalisasi pasar Rp1,24T, volume 24 jam Rp47,99M), sedangkan The Graph diperdagangkan di Rp318,11 (kapitalisasi pasar Rp3,49T, volume 24 jam Rp161,72M). Perbedaan utamanya: The Graph jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Gas, dan suplai beredar Gas 65M GAS dibanding 10,9B GRT milik The Graph. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gas selama 47 Hari dan The Graph selama 95 Hari.
| GAS | GRT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,24T | Rp3,49T |
Volume (24h) | Rp47,99M | Rp161,72M |
Suplai yang Beredar | 65M GAS | 10,9B GRT |
Typical Hold Time | 47 Hari | 95 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GAS saat ini diperdagangkan di Rp19.195 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator menunjukkan netral. Market cap mencapai Rp1,24T dengan supply beredar 65 juta token. Harga berada di atas support kunci Rp18.238 dan di bawah resistance Rp19.040. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem yang signifikan dilaporkan dalam beberapa minggu terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati karena tekanan jual dominan, namun RSI mendekati oversold bisa memberikan peluang rebound jangka pendek. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Investor harus memantau level support untuk konfirmasi arah selanjutnya.
The Graph (GRT) saat ini diperdagangkan pada Rp319,65 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator netral. Posisi harga berada di dekat resistance R1 (Rp319) dengan support kunci di S1 (Rp313). Market cap mencapai Rp3,49 triliun dengan supply beredar 10,9 juta GRT. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jangka pendek dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul jika harga bertahan di atas support S1, sementara risiko utama termasuk sentiment bearish yang berkelanjutan dan rendahnya aktivitas jaringan. Investor harus memantau volume perdagangan dan perkembangan ekosistem blockchain secara ketat.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →The Graph adalah protokol yang mengatur data blockchain dan membuatnya mudah diakses. Protokol ini mendukung banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang paling banyak digunakan dan ekosistem Web3 yang lebih luas.
Selengkapnya di halaman GRT →