Perbedaan Gas dan GMX: Gas diperdagangkan di Rp16.642 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp18,97M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp119.481 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp38,08M). Perbedaan utamanya: GMX lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai GMX dibatasi (10,5M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gas selama 48 Hari dan GMX selama 46 Hari.
| GAS | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,08T | Rp1,25T |
Volume (24h) | Rp18,97M | Rp38,08M |
Suplai yang Beredar | 65M GAS | 10,5M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 48 Hari | 46 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →