Perbedaan Gravity dan 0x Protocol: Gravity diperdagangkan di Rp61,69 (kapitalisasi pasar Rp671,81M, volume 24 jam Rp51,77M), sedangkan 0x Protocol diperdagangkan di Rp1.548 (kapitalisasi pasar Rp1,31T, volume 24 jam Rp79,3M). Perbedaan utamanya: 0x Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Gravity 10,9B / 12B G (91%) dibanding 848,4M / 1B ZRX (85%) milik 0x Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gravity selama 48 Hari dan 0x Protocol selama 135 Hari.
| G | ZRX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp671,81M | Rp1,31T |
Volume (24h) | Rp51,77M | Rp79,3M |
Suplai yang Beredar | 10,9B / 12B G (91%) | 848,4M / 1B ZRX (85%) |
Typical Hold Time | 48 Hari | 135 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Gravity adalah blockchain Layer 1 yang dirancang untuk adopsi massal dan masa depan omnichain. Pendekatannya mengabstraksi kompleksitas teknis dari interaksi multichain, mengintegrasikan teknologi canggih seperti Zero-Knowledge Proofs, mekanisme konsensus mutakhir, dan arsitektur berbasis restaking untuk memastikan kinerja tinggi, keamanan yang ditingkatkan, dan efisiensi biaya.
Selengkapnya di halaman G →0x adalah protokol infrastruktur yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berdagang token ERC20 dan aset lainnya di blockchain Ethereum tanpa bergantung pada perantara terpusat seperti bursa cryptocurrency tradisional. Kasus penggunaan untuk protokol 0x mencakup: pasar bergaya eBay untuk barang dan layanan digital, trading desk OTC, fungsi pertukaran untuk protokol DeFi dan pertukaran desentralisasi biasa.
Selengkapnya di halaman ZRX →