Perbedaan Gravity dan TAC Protocol: Gravity diperdagangkan di Rp63,57 (kapitalisasi pasar Rp690,65M, volume 24 jam Rp81,64M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp53,99 (kapitalisasi pasar Rp259,85M, volume 24 jam Rp107,33M). Perbedaan utamanya: Gravity jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai Gravity dibatasi (10,9B / 12B G (91%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gravity selama 48 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| G | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp690,65M | Rp259,85M |
Volume (24h) | Rp81,64M | Rp107,33M |
Suplai yang Beredar | 10,9B / 12B G (91%) | 4,8B TAC |
Typical Hold Time | 48 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Gravity adalah blockchain Layer 1 yang dirancang untuk adopsi massal dan masa depan omnichain. Pendekatannya mengabstraksi kompleksitas teknis dari interaksi multichain, mengintegrasikan teknologi canggih seperti Zero-Knowledge Proofs, mekanisme konsensus mutakhir, dan arsitektur berbasis restaking untuk memastikan kinerja tinggi, keamanan yang ditingkatkan, dan efisiensi biaya.
Selengkapnya di halaman G →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →