Perbedaan Gravity dan Spark: Gravity diperdagangkan di Rp63,56 (kapitalisasi pasar Rp693,68M, volume 24 jam Rp92,49M), sedangkan Spark diperdagangkan di Rp313,79 (kapitalisasi pasar Rp942,49M, volume 24 jam Rp227,27M). Perbedaan utamanya: Spark lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Gravity 10,9B / 12B G (91%) dibanding 3B / 10B SPK (30%) milik Spark. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gravity selama 48 Hari dan Spark selama 11 Hari.
| G | SPK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp693,68M | Rp942,49M |
Volume (24h) | Rp92,49M | Rp227,27M |
Suplai yang Beredar | 10,9B / 12B G (91%) | 3B / 10B SPK (30%) |
Typical Hold Time | 48 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Gravity adalah blockchain Layer 1 yang dirancang untuk adopsi massal dan masa depan omnichain. Pendekatannya mengabstraksi kompleksitas teknis dari interaksi multichain, mengintegrasikan teknologi canggih seperti Zero-Knowledge Proofs, mekanisme konsensus mutakhir, dan arsitektur berbasis restaking untuk memastikan kinerja tinggi, keamanan yang ditingkatkan, dan efisiensi biaya.
Selengkapnya di halaman G →Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →