Perbedaan Gravity dan IOTA: Gravity diperdagangkan di Rp63,93 (kapitalisasi pasar Rp695,11M, volume 24 jam Rp55,19M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp607,11 (kapitalisasi pasar Rp2,78T, volume 24 jam Rp109,51M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar Gravity, dan suplai Gravity dibatasi (11B / 12B G (92%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gravity selama 50 Hari dan IOTA selama 49 Hari.
| G | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp695,11M | Rp2,78T |
Volume (24h) | Rp55,19M | Rp109,51M |
Suplai yang Beredar | 11B / 12B G (92%) | 4,6B MIOTA |
Typical Hold Time | 50 Hari | 49 Hari |
Gravity adalah blockchain Layer 1 yang dirancang untuk adopsi massal dan masa depan omnichain. Pendekatannya mengabstraksi kompleksitas teknis dari interaksi multichain, mengintegrasikan teknologi canggih seperti Zero-Knowledge Proofs, mekanisme konsensus mutakhir, dan arsitektur berbasis restaking untuk memastikan kinerja tinggi, keamanan yang ditingkatkan, dan efisiensi biaya.
Selengkapnya di halaman G →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →