Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Wijaya Cahaya Timber Tbk. (FWCT) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Wijaya Cahaya Timber Tbk.Trading
Summarecon Agung Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Wijaya Cahaya Timber Tbk. dan Summarecon Agung Tbk.: Wijaya Cahaya Timber Tbk. diperdagangkan di Rp86 (kapitalisasi pasar 170,78 M, volume 24 jam 5,61 jt), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp290 (kapitalisasi pasar 4,79 T, volume 24 jam 8,87 jt). Perbedaan utamanya: Summarecon Agung Tbk. jauh lebih besar — sekitar 28× kapitalisasi pasar Wijaya Cahaya Timber Tbk., dan Summarecon Agung Tbk. lebih aktif diperdagangkan (8,87 jt vs 5,61 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

FWCTSMRA
Kapitalisasi Pasar
170,78 M4,79 T
Volume
5,61 jt8,87 jt
Lot
56,08 rb88,74 rb
Perputaran
484,77 jt2,58 M
Harga Rata-rata
86,44291,2
Nilai Transaksi
484,77 jt2,58 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
86290
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,81 rb866

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

FWCT
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Wijaya Cahaya Timber Tbk.

PT Wijaya Cahaya Timber Tbk. (“the Company”) was established on March 8, 2017, based on Notarial Deed No.6 dated of Notary Rosdiana, S.H., Notary in Bekasi. PT Fortuna Anugrah Sumber Terpadu, the Company's major shareholder and the ultimate parent entity. The Company started its commercial production in March 2018.

Selengkapnya di halaman FWCT

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA