Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Fuji Finance Indonesia Tbk. (FUJI) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Fuji Finance Indonesia Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Fuji Finance Indonesia Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Fuji Finance Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp206 (kapitalisasi pasar 273 M, volume 24 jam 316,6 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp131 (kapitalisasi pasar 2,11 T, volume 24 jam 662,4 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 7,7× kapitalisasi pasar Fuji Finance Indonesia Tbk., dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (662,4 rb vs 316,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

FUJIJAWA
Kapitalisasi Pasar
273 M2,11 T
Volume
316,6 rb662,4 rb
Lot
3,17 rb6,62 rb
Perputaran
65,73 jt86,17 jt
Harga Rata-rata
207,63130,09
Nilai Transaksi
65,73 jt86,17 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
206131
Volume Ekuilibrium Indikatif
1509

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

FUJI
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Fuji Finance Indonesia Tbk.

PT Fuji Finance Indonesia Tbk (Company) was established first with the name of PT Jaya FajarLeasing Pratama based on Notarial Deed of Kartini Muljadi S.H., No. 287 on September 211982, which was changed to Jaya Fuji Leasing Pratama on March 28, 1983, then on July 2018 the Company's name was changed to Fuji Finance Indonesia

Selengkapnya di halaman FUJI

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA