Perbedaan Fuel dan SubQuery Network: Fuel diperdagangkan di Rp11,57 (kapitalisasi pasar Rp102,99M, volume 24 jam Rp18,51M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: Fuel jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai beredar Fuel 8,6B FUEL dibanding 3,3B SQT milik SubQuery Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Fuel selama 19 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| FUEL | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp102,99M | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp18,51M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 8,6B FUEL | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 19 Hari | 3 Hari |
Fuel meningkatkan Ethereum dengan fitur seperti eksekusi transaksi paralel dan abstraksi akun bawaan. Fuel Ignition adalah rollup Optimistic tercepat, mampu menangani lebih dari 600 transaksi per detik dengan biaya di bawah $0,0002 per transaksi, dan memiliki total nilai terkunci lebih dari $400 juta. Platform ini menggunakan FuelVM, Sway, dan Forc untuk memberdayakan pengembang dan membentuk ulang ekosistem rollup.
Selengkapnya di halaman FUEL →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →