Perbedaan Fuel dan iExec RLC: Fuel diperdagangkan di Rp11,57 (kapitalisasi pasar Rp102,99M, volume 24 jam Rp18,51M), sedangkan iExec RLC diperdagangkan di Rp4.745 (kapitalisasi pasar Rp412,07M, volume 24 jam Rp26,62M). Perbedaan utamanya: iExec RLC jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar Fuel, dan suplai iExec RLC dibatasi (87M / 87M RLC (100%)), sedangkan Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Fuel selama 19 Hari dan iExec RLC selama 35 Hari.
| FUEL | RLC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp102,99M | Rp412,07M |
Volume (24h) | Rp18,51M | Rp26,62M |
Suplai yang Beredar | 8,6B FUEL | 87M / 87M RLC (100%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Fuel meningkatkan Ethereum dengan fitur seperti eksekusi transaksi paralel dan abstraksi akun bawaan. Fuel Ignition adalah rollup Optimistic tercepat, mampu menangani lebih dari 600 transaksi per detik dengan biaya di bawah $0,0002 per transaksi, dan memiliki total nilai terkunci lebih dari $400 juta. Platform ini menggunakan FuelVM, Sway, dan Forc untuk memberdayakan pengembang dan membentuk ulang ekosistem rollup.
Selengkapnya di halaman FUEL →iExec (RLC) adalah penyedia utama komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain yang terkemuka. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka serta aplikasi dan bahkan kumpulan data. iExec dapat mendukung aplikasi di bidang-bidang seperti data besar, kesehatan, AI, rendering, dan tekfin. iExec didirikan pada 16 Oktober 2016, dengan tujuan untuk menciptakan kembali komputasi cloud melalui pembuatan paradigma komputasi cloud baru.
Selengkapnya di halaman RLC →