Perbedaan Frax dan USDS: Frax diperdagangkan di Rp4.684 (kapitalisasi pasar Rp440,87M, volume 24 jam Rp8,61M), sedangkan USDS diperdagangkan di Rp18.072 (kapitalisasi pasar Rp181,31T, volume 24 jam Rp3,01T). Perbedaan utamanya: USDS jauh lebih besar — sekitar 411,3× kapitalisasi pasar Frax, dan suplai Frax dibatasi (93,6M / 99,7M FRAX (94%)), sedangkan USDS terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Frax selama 9 Hari dan USDS selama 9 Hari.
| FRAX | USDS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp440,87M | Rp181,31T |
Volume (24h) | Rp8,61M | Rp3,01T |
Suplai yang Beredar | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) | 10,1B USDS |
Typical Hold Time | 9 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →USDS (Sky Dollar) adalah stablecoin terdesentralisasi yang diterbitkan oleh Sky Protocol, penerus MakerDAO yang menjadi salah satu fondasi DeFi. Nilainya terikat 1:1 terhadap dolar AS. USDS dicetak dengan mengunci aset crypto sebagai jaminan dan dapat dikonversi langsung dari DAI dengan rasio 1:1. Selain sebagai alat penyimpan nilai, USDS menawarkan yield melalui Sky Savings Rate, reward berupa token governance SKY, serta tersedia di berbagai jaringan termasuk Ethereum dan Solana.
Selengkapnya di halaman USDS →