Perbedaan Frax dan Slash Vision Labs: Frax diperdagangkan di Rp4.701 (kapitalisasi pasar Rp440,87M, volume 24 jam Rp8,61M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp194,99 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp3,35M). Perbedaan utamanya: suplai Frax dibatasi (93,6M / 99,7M FRAX (94%)), sedangkan Slash Vision Labs terus bertambah, dan Frax lebih aktif diperdagangkan (Rp8,61M vs Rp3,35M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Frax selama 9 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| FRAX | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp440,87M | -- |
Volume (24h) | Rp8,61M | Rp3,35M |
Suplai yang Beredar | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) | -- |
Typical Hold Time | 9 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →