Perbedaan Frax dan Reserve Rights: Frax diperdagangkan di Rp5.287 (kapitalisasi pasar Rp490,82M, volume 24 jam Rp11,19M), sedangkan Reserve Rights diperdagangkan di Rp21,07 (kapitalisasi pasar Rp1,3T, volume 24 jam Rp54,99M). Perbedaan utamanya: Reserve Rights jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Frax, dan suplai beredar Frax 93,6M / 99,7M FRAX (94%) dibanding 62,6B / 100B RSR (63%) milik Reserve Rights. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Frax selama 9 Hari dan Reserve Rights selama 44 Hari.
| FRAX | RSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp490,82M | Rp1,3T |
Volume (24h) | Rp11,19M | Rp54,99M |
Suplai yang Beredar | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) | 62,6B / 100B RSR (63%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 44 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman RSR →