Perbedaan Frax dan Roam: Frax diperdagangkan di Rp4.686 (kapitalisasi pasar Rp440,87M, volume 24 jam Rp8,61M), sedangkan Roam diperdagangkan di Rp179,64 (kapitalisasi pasar Rp60,09M, volume 24 jam Rp37,5M). Perbedaan utamanya: Frax jauh lebih besar — sekitar 7,3× kapitalisasi pasar Roam, dan suplai beredar Frax 93,6M / 99,7M FRAX (94%) dibanding 355,9M / 1B ROAM (36%) milik Roam. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Frax selama 9 Hari dan Roam selama 6 Hari.
| FRAX | ROAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp440,87M | Rp60,09M |
Volume (24h) | Rp8,61M | Rp37,5M |
Suplai yang Beredar | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) | 355,9M / 1B ROAM (36%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →Roam adalah jaringan nirkabel terdesentralisasi terbesar di dunia. Proyek ini berfokus membangun jaringan nirkabel global dengan akses terbuka yang menyediakan koneksi otomatis, memungkinkan perpindahan mulus antar jaringan, serta menjamin konektivitas aman bagi individu, perangkat pintar, dan agen AI. Dengan memanfaatkan infrastruktur kredensial berbasis blockchain, Roam telah mendorong adopsi luas WiFi OpenRoaming, menghadirkan layanan eSIM pintar global, dan menciptakan lapisan data terlindungi privasi untuk aplikasi AI.
Selengkapnya di halaman ROAM →