Perbedaan Frax dan Orchid: Frax diperdagangkan di Rp4.747 (kapitalisasi pasar Rp444,63M, volume 24 jam Rp8,61M), sedangkan Orchid diperdagangkan di Rp164,34 (kapitalisasi pasar Rp190,2M, volume 24 jam Rp47,84M). Perbedaan utamanya: Frax jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Orchid, dan suplai Frax dibatasi (93,6M / 99,7M FRAX (94%)), sedangkan Orchid terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Frax selama 9 Hari dan Orchid selama 42 Hari.
| FRAX | OXT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp444,63M | Rp190,2M |
Volume (24h) | Rp8,61M | Rp47,84M |
Suplai yang Beredar | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) | 997,2M OXT |
Typical Hold Time | 9 Hari | 42 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →Orchid merupakan jaringan privasi peer-to-peer berinsentif pertama di dunia. Orchid bertujuan untuk menghapus batasan kebebasan berinternet melalui pembayaran berbasis mata uang kripto sehingga siapapun dapat membeli bandwidth dari para mitra provider. Pembayaran dilakukan dengan nanopayment probabilistik menggunakan OXT, token standar ERC-20 di Ethereum.
Selengkapnya di halaman OXT →