Perbedaan Frax dan Ordinals: Frax diperdagangkan di Rp5.300 (kapitalisasi pasar Rp497,82M, volume 24 jam Rp11,65M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp63.138 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp167,87M). Perbedaan utamanya: Ordinals jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Frax, dan suplai beredar Frax 93,6M / 99,7M FRAX (94%) dibanding 21M / 21M ORDI (100%) milik Ordinals. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Frax selama 9 Hari dan Ordinals selama 36 Hari.
| FRAX | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp497,82M | Rp1,32T |
Volume (24h) | Rp11,65M | Rp167,87M |
Suplai yang Beredar | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 36 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →