Perbedaan Frax dan Meteora: Frax diperdagangkan di Rp4.706 (kapitalisasi pasar Rp444,63M, volume 24 jam Rp8,61M), sedangkan Meteora diperdagangkan di Rp2.912 (kapitalisasi pasar Rp1,54T, volume 24 jam Rp804,84M). Perbedaan utamanya: Meteora jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Frax, dan suplai beredar Frax 93,6M / 99,7M FRAX (94%) dibanding 531M / 1B MET (54%) milik Meteora. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Frax selama 9 Hari dan Meteora selama 7 Hari.
| FRAX | MET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp444,63M | Rp1,54T |
Volume (24h) | Rp8,61M | Rp804,84M |
Suplai yang Beredar | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) | 531M / 1B MET (54%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →Meteora adalah bursa terdesentralisasi di Solana yang menghadirkan infrastruktur likuiditas yang aman, berkelanjutan, dan dapat dikomposisikan untuk ekosistem Solana dan ruang DeFi. Fitur-fiturnya mencakup DLMM Pools, Dynamic AMM Pools, dan Dynamic Vaults yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi likuiditas dan memaksimalkan hasil bagi pengguna.
Selengkapnya di halaman MET →