Perbedaan Frax dan Merlin Chain: Frax diperdagangkan di Rp4.706 (kapitalisasi pasar Rp444,63M, volume 24 jam Rp8,61M), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp311,18 (kapitalisasi pasar Rp405M, volume 24 jam Rp59,47M). Perbedaan utamanya: Frax dan Merlin Chain berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Frax 93,6M / 99,7M FRAX (94%) dibanding 1,3B / 2,1B MERL (63%) milik Merlin Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Frax selama 9 Hari dan Merlin Chain selama 9 Hari.
| FRAX | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp444,63M | Rp405M |
Volume (24h) | Rp8,61M | Rp59,47M |
Suplai yang Beredar | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) | 1,3B / 2,1B MERL (63%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →