Perbedaan Frax dan Mask Network: Frax diperdagangkan di Rp4.754 (kapitalisasi pasar Rp435,57M, volume 24 jam Rp7,63M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp7.096 (kapitalisasi pasar Rp713,04M, volume 24 jam Rp197,96M). Perbedaan utamanya: Mask Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Frax 93,6M / 99,7M FRAX (94%) dibanding 100M / 100M MASK (100%) milik Mask Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Frax selama 9 Hari dan Mask Network selama 23 Hari.
| FRAX | MASK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp435,57M | Rp713,04M |
Volume (24h) | Rp7,63M | Rp197,96M |
Suplai yang Beredar | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) | 100M / 100M MASK (100%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →