Perbedaan Frax dan Haedal Protocol: Frax diperdagangkan di Rp5.287 (kapitalisasi pasar Rp490,82M, volume 24 jam Rp11,19M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,64 (kapitalisasi pasar Rp138,4M, volume 24 jam Rp24,07M). Perbedaan utamanya: Frax jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Frax 93,6M / 99,7M FRAX (94%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Frax selama 9 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| FRAX | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp490,82M | Rp138,4M |
Volume (24h) | Rp11,19M | Rp24,07M |
Suplai yang Beredar | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →