Perbedaan Frax dan GMX: Frax diperdagangkan di Rp4.731 (kapitalisasi pasar Rp444,63M, volume 24 jam Rp8,61M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp108.169 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Frax, dan suplai beredar Frax 93,6M / 99,7M FRAX (94%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Frax selama 9 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| FRAX | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp444,63M | Rp1,13T |
Volume (24h) | Rp8,61M | Rp52,58M |
Suplai yang Beredar | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →