Perbedaan Foxy dan Obol: Foxy diperdagangkan di Rp1,6 (kapitalisasi pasar Rp9,08M, volume 24 jam Rp10,5M), sedangkan Obol diperdagangkan di Rp157,55 (kapitalisasi pasar Rp30,1M, volume 24 jam Rp51,72M). Perbedaan utamanya: Obol jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Foxy, dan suplai beredar Foxy 5,9B / 10B FOXY (59%) dibanding 161,3M / 500M OBOL (33%) milik Obol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Foxy selama 19 Hari dan Obol selama 16 Hari.
| FOXY | OBOL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp9,08M | Rp30,1M |
Volume (24h) | Rp10,5M | Rp51,72M |
Suplai yang Beredar | 5,9B / 10B FOXY (59%) | 161,3M / 500M OBOL (33%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 16 Hari |
Foxy adalah token maskot dari blockchain Linea—sebuah culture coin dan meme token yang menyatukan pengguna, membangun komunitas, dan mewakili semangat Linea.
Selengkapnya di halaman FOXY →Obol mengembangkan teknologi penting yang meningkatkan desentralisasi dan keamanan Ethereum, saat ini melindungi miliaran ETH yang distake. Distributed Validators (DV) menawarkan uptime lebih baik, risiko lebih rendah, dan performa lebih tinggi dibanding staking tradisional. Dengan middleware Charon, DV memungkinkan validator Ethereum berfungsi di berbagai operator dan mesin, dilengkapi threshold signing dan distributed key generation untuk ketahanan tambahan. Obol Collective, yang didukung oleh Token OBOL, mencakup ekosistem operator desentralisasi terbesar dengan pemain utama seperti Lido dan Blockdaemon. Obol Stack mempermudah penyebaran node Ethereum dan infrastruktur desentralisasi lainnya, mendorong pertumbuhan ekonomi Ethereum.
Selengkapnya di halaman OBOL →