Perbedaan Forta dan Walrus: Forta diperdagangkan di Rp218,16 (kapitalisasi pasar Rp138,64M, volume 24 jam Rp4,12M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp561,89 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp64,6M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 10× kapitalisasi pasar Forta, dan suplai beredar Forta 635,6M / 1B FORT (64%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Forta selama 17 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| FORT | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp138,64M | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp4,12M | Rp64,6M |
Suplai yang Beredar | 635,6M / 1B FORT (64%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 17 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Forta adalah jaringan keamanan terdesentralisasi yang berperan penting dalam melindungi Web3. Forta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) untuk mendeteksi ancaman dan melakukan pemantauan secara real-time di berbagai ekosistem blockchain. Pendekatan proaktif ini membantu menjaga aplikasi blockchain dan penggunanya dari potensi eksploitasi maupun kerentanan.
Selengkapnya di halaman FORT →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →