Perbedaan Forta dan TAC Protocol: Forta diperdagangkan di Rp225,36 (kapitalisasi pasar Rp144,83M, volume 24 jam Rp4,01M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp48,65 (kapitalisasi pasar Rp226,79M, volume 24 jam Rp25,27M). Perbedaan utamanya: TAC Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Forta dibatasi (644,7M / 1B FORT (65%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Forta selama 18 Hari dan TAC Protocol selama 5 Hari.
| FORT | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp144,83M | Rp226,79M |
Volume (24h) | Rp4,01M | Rp25,27M |
Suplai yang Beredar | 644,7M / 1B FORT (65%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 18 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Forta adalah jaringan keamanan terdesentralisasi yang berperan penting dalam melindungi Web3. Forta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) untuk mendeteksi ancaman dan melakukan pemantauan secara real-time di berbagai ekosistem blockchain. Pendekatan proaktif ini membantu menjaga aplikasi blockchain dan penggunanya dari potensi eksploitasi maupun kerentanan.
Selengkapnya di halaman FORT →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →