Perbedaan Forta dan Osmosis: Forta diperdagangkan di Rp218,16 (kapitalisasi pasar Rp138,64M, volume 24 jam Rp4,12M), sedangkan Osmosis diperdagangkan di Rp613,97 (kapitalisasi pasar Rp479,53M, volume 24 jam Rp44,61M). Perbedaan utamanya: Osmosis jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Forta, dan suplai beredar Forta 635,6M / 1B FORT (64%) dibanding 781M / 1B OSMO (79%) milik Osmosis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Forta selama 17 Hari dan Osmosis selama 21 Hari.
| FORT | OSMO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp138,64M | Rp479,53M |
Volume (24h) | Rp4,12M | Rp44,61M |
Suplai yang Beredar | 635,6M / 1B FORT (64%) | 781M / 1B OSMO (79%) |
Typical Hold Time | 17 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Forta adalah jaringan keamanan terdesentralisasi yang berperan penting dalam melindungi Web3. Forta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) untuk mendeteksi ancaman dan melakukan pemantauan secara real-time di berbagai ekosistem blockchain. Pendekatan proaktif ini membantu menjaga aplikasi blockchain dan penggunanya dari potensi eksploitasi maupun kerentanan.
Selengkapnya di halaman FORT →Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →