Perbedaan Fluid dan Turtle: Fluid diperdagangkan di Rp18.739 (kapitalisasi pasar Rp1,46T, volume 24 jam Rp33,33M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp610,48 (kapitalisasi pasar Rp94,3M, volume 24 jam Rp34,78M). Perbedaan utamanya: Fluid jauh lebih besar — sekitar 15,5× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai Turtle dibatasi (154,7M / 1B TURTLE (16%)), sedangkan Fluid terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Fluid selama 9 Hari dan Turtle selama 11 Hari.
| FLUID | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,46T | Rp94,3M |
Volume (24h) | Rp33,33M | Rp34,78M |
Suplai yang Beredar | 78,7M FLUID | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Fluid Protocol (sebelumnya Instadapp) adalah platform DeFi generasi baru yang menDeFinisikan ulang efisiensi modal melalui manajemen smart collateral yang mulus, peminjaman Vault inovatif, dan DEX terintegrasi. Dengan rebranding ini, Fluid memposisikan diri sebagai “Liquidity Layer of DeFi,” didukung oleh tokenomics baru, mekanisme buyback algoritmik, serta strategi pertumbuhan yang kuat. Migrasi token INST ke FLUID dilakukan mulus dengan rasio 1:1 tanpa dilusi, memberdayakan komunitas sekaligus membangun Fluid sebagai pusat likuiditas utama di ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman FLUID →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →